• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

  • Agustus 2016
    J S M S S R K
    « Mar    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Daftar Tulisan

Drs. H. Waluyo Raharjo: Kepala Sekolah Baru di SD Muh. Al-Bayyin Pedan


Tokoh yang satu ini sangat dikenal terutama oleh warga Muhammadiyah, dialah Drs. H. Waluyo Raharjo. Di organisasi Muhammadiyah beliau menjabat sebagai Ketua PCM Kec Pedan Bagian Tabligh.  Dengan penampilannnya yang low profile, namun tegas dalam  menegakkan aqidah.

Pak Wal, begitu sapaan akrabnya, sehari-hari adalah seorang guru di SMP Negeri 3 Pedan. Sebagai guru profesional, 24 jam waktunya diabdikan didunia pendidikan. Namun demikian, urusan agama tidak pernah diabaikan. Di sela-sela kesibukannya, beliau tetap memberi pengajian di beberapa tempat. Biasanya kegiatan ini dilakukan ba’da ashar hingga menjelang malam hari.

Sejak serah terima jabatan, 5 Agustus 2010 lalu, Drs. H. Waluyo Raharja resmi mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah baru di SD Muhammadiyah Al-Bayyin Pedan, menggantikan Aris Rosyidi, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengajak stap pengajar (ustadz-ustadzah) SD Muh. Al-Bayyin untuk mengajar secara profesional. Beliau menyadari bahwa tidak bisa secara penuh (full time) menunggui di kantar SD tersebut.  Oleh karena itu, besar harapan beliau agar para guru tetap mengajar dengan semangat, walau tanpa di tunggu kepala sekolah. (yon_2010)

Jalan Jalan Sehat ( JJS )

Pada hari Ahad 5 Maret 2011 dalam rangka menjalin silaturrahim antara pengelola Sekolah, Pengurus, Yayasan , Birokrasi dan segenap orangtua wali santri keluarga besar SD Muhammadiyah Al Bayyin mengadakan kegiatan Jalan jalan santai dan senam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Desa Beji Kecamatan Pedan yang dihadiri Bp. Camat Pedan Bp. Pandiyanto.SE.MM, Ketua PCM Pedan, Bp. Drs. H. Ismadiyanto, Pengurus yayasan Bp. M. Wagimin, SPd, Bp. Drs. Suyanto. MPdi dan yang tida kalah menarik semua orang tua santri dapat menyempatkan hadir mengajak adik / kakak siswa, sehingga kegiatan tersebut sangat meriah.
Input dari peserta sangat berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksankan lagi dalam kesempatan lain.

Empat Cara Mendidik Anak menjadi lebih pintar

Mendidik anak menjadi lebih pintar bukanlah hal yang susah, sekarang ini sudah banyak cara yang lebih mudah lagi untuk menumbuhkan motivasi belajar anak, asalkan kita mau berusaha. Selain ini juga banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan belajar anak, keinginan baca anak, tinggal kita sebagai orang tua/kakak harus mengenal dia terlebih dahulu sperti, benda apa yang ia suka atau  permaianan apa yang dia suka.

Anak pintar menjadi kebanggaan orangtua, selain pintar juga taat beribadah. Nah cara-cara yang disampaikan dalam media ini  bisa diterapkan di rumah, pada waktu senggang bersama anak- anak. Berikut beberapa cara yang membuat anak dapat menjadi lebih pintar. 

1. Bermain musik

Bermain musik dapat merangsang pertumbuhan otak kanan. Bersadarkan studi yang dilakukan oleh universitas Toronto, bermain musik dapat meningkatkan IQ dan nilai akademis anak. Sebuah artikel kenapa orang zionis israel menjadi pintar karena salah satunya sejak masih dini mereka sudah dilatih konsentrasinya dengan bermain piano. 

2. Mengembangkan rasa ingin tahu anak

Pendidikan yang sukses karena anak pintar selalu ingin tahu akan hal baru. Itulah sejak kecil biasakan anda sebagai orang tua harus selalu menunjukkan rasa ingin tahu kepada anak.
Dengan begitu anda tidak perlu menyuruh anak untuk belajar ini itu. Karena dia sendiri yang akan penasaran. Otomatis dengan semakin banyak yang dia pelajari akan membuatnya menjadi pintar.
3. Budayakan membaca
Kegiatan membaca dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan perkembangan kognitif anak. Bagaimana cara melakukannya? Membacakan dongeng untuk anak bisa menjadi salah satu jalan keluar. Cara lain, berikan anak hadiah sebuah buku yang dapat menarik perhatiannya. 

Sekarang sudah zaman internet, mengapa tidak kita gunakan internet dalam mendidik? Internet sudah terbukti ampuh untuk membuat orang sering membaca. Tentu saja karena ini untuk pendidikan anak untuk menjadi pintar, harus tetap ditemani oleh orang tua.

4. Kepercayaan diri

Mendidik anak pintar yang baik adalah membuatnya percaya diri dan selalu optimis bahwa dia bisa melakukan sesuatu. Salah satu cara adalah berpatisipasi dalam kegiatan olahraga maupun sosial. Ingat jangan sekali-sekali mendidik anak sehingga dia menjadi anak yang tidak PD, misal anak selalu tidak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu. 

Salah satu contoh ketika seorang ibu mengkritik gambar anaknya karena langitnya berwarna merah bukan biru. Sepertinya hal itu sepele. Tapi itu bukan pendidikan anak yang bagus. Karena anak jadi takut melakukan sesuatu karena salah. Manusia yang tidak pernah melakukan sesuatu tidak mungkin menjadi pintar.

Selain ke-4 hal di atas, ada beberapa hal yang dapat membuat anak menjadi pintar, misal memberi ASI hingga usia mencapai 2 tahun, menyingkirkan makanan cepat saji dan memberikan makanan yang sehat, membiasakan berolahraga. Insya Allah dengan niatan yang baik dan sungguh-sungguh dalam mendidik anak, anak bisa menjadi lebih pintar.

4 Golongan Manusia Menurut Al-Ghazali

Al-Ghazali membagi manusia menjadi empat kelompok kriteria moral, yang juga bisa untuk memetakan moral masyarakat. Termasuk golongan manakah diri kita? Simak sendiri dan berintrospeksilah.

Pertama, seseorang yang sepenuhnya lugu atau polos yang tidak mampu membedakan antara yang baik dan buruk, tetap dalam keadaan fitrah seperti ketika dilahirkan, dan dalam keadan kosong dari segala kepercayaan. Ambisinya tidak begitu kuat untuk mendorongnya mengikuti berbagai kesenangan hidup. Orang seperti ini sangat cepat dalam proses perbaikan moralnya, dengan cukup membutuhkan pembimbing dalam hidupnya.

Kedua, seseorang yang secara pasti telah mengetahui sesuatu yang buruk tetapi ia belum terbiasa mengerjakan perbuatan baik, bahkan ia cenderung mengikuti hawa nafsunya melakukan perbuatan-perbuatan buruk daripada mengikuti pertimbangan akal sehat untuk melakukan perbuatan baik. Perbaikan moral seperti ini tentu tingkat kesulitannya melebihi dari tipe pertama. Sebab, usaha yang harus dilakukan bersifat ganda, selain mencabut akar-akar kebiasaan buruknya, orang tersebut secara serius dan konsisten melakukan latihan-latihan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Namun, jika hal ini dilakukan sungguh-sungguh, maka perbaikan moral akan terlaksana.

Ketiga, seseorang yang berkeyakinan bahwa perangai-perangai buruk merupakan sesuatu yang wajib dilakukan dan perbuatan itu dianggap baik dan menguntungkan. Orang tersebut tumbuh dengan keyakinan seperti itu. Terhadap kriteria orang seperti ini, maka sungguh merupakan usaha yang sangat berat dan jarang sekali yang berhasil memperbaikinya. Karena terlalu banyak penyebab kesesatan jiwanya.

Keempat, seseorang yang diliputi pikiran-pikiran buruk, seiring dengan pertumbuhan dirinya, dan terdidik dalam pengalaman (lingkungan) yang buruk. Sehingga ketinggian derajatnya diukur dengan seberapa banyak perbuatan-perbuatan jahat yang ia lakukan dan bahkan dengan banyaknya jiwa-jiwa manusia yang ia korbankan. Orang seperti ini berada dalam tingkatan orang yang paling sulit untuk diobati. Usaha memperbaiki moralitas orang ini bisa dikatakan sia-sia. Wallahu a’lam bish-shawab

Tips Melatih Anak Berpuasa

Dalam Islam menanamkan atau mengenalkan kewajiban sebagai seorang muslin sangat dianjurkan, misalnya berpuasa. Sebagai orang tua, sangat dianjurkan melatih anak berpuasa. Namun, tur pola makan dan lihat kesanggupannya.

Memang, tak ada acuan di usia berapa anak sanggup berpuasa karena kondisi tubuh setiap anak berbeda. Bagaimana mengetahui kemampuan berpuasa pada anak? Sebetulnya mudah saja; anak yang sudah merasa lemas pasti akan mengeluh lapar. Jangan tunda sampai lemasnya memunculkan keringat dingin, apalagi muntahmuntah. Boleh jadi itu salah satu pertanda kadar gula darahnya menurun atau anak mengalami dehidrasi karena umumnya anakanak tetap aktif bermain dan mengeluarkan banyak keringat. Segera batalkan puasanya. Jangan lupa untuk tetap memuji usahanya.

Namun, jangan biarkan anak balas dendam terhadap rasa laparnya dengan makan dalam porsi besar sekaligus. Tentu tindakan “balas dendam” bisa membuat sistem pencernaannya kaget dan bereaksi menimbulkan sakit. Berikan minuman pembuka yang dapat memulihkan energinya disertai makanan ringan. Setelah itu, barulah makan makanan utama dengan porsi tidak berlebihan.

POLA MAKAN DI BULAN RAMADAN

Menu makanan/minuman saat sahur maupun berbuka harus diperhatikan agar kondisi badan anak tetap sehat. Apa saja yang mesti diperhatikan? Berikut di antaranya:

* Sajikan makanan beragam dan mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

* Jangan memberi makanan dan minuman yang merangsang selama berbuka puasa, karena akan mengganggu kerja lambung, misalnya makanan yang asam, bersoda, bersantan, atau pedas.

* Saat berbuka, sebaiknya anak mendapat satu gelas susu yang tidak terlalu manis dan tidak terlalu dingin. Minuman hangat lebih dianjurkan bagi anak yang sudah berpuasa penuh mengingat kondisi lambung cukup lama kosong. Namun bukan berarti minuman dingin dilarang. Dilanjutkan dengan sepotong kudapan kecil tapi padat gizi seperti kroket, pastel, makaroni panggang atau arem-arem. Setelah itu, anak boleh minum segelas es buah atau buah-buahan. Biasanya rasa lapar saat berpuasa dipicu oleh turunnya kadar gula dalam darah. Karenanya, kurma dan pisang dapat menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Kedua jenis makanan ini banyak mengandung mineral dan vitamin yang sangat diperlukan tubuh.

* Kandungan gula dalam makanan (termasuk buah) mudah diserap oleh tubuh menjadi sumber energi, sehingga anak bisa segera fit kembali setelah mengonsumsinya. Namun, karena gula mudah diserap, maka energi yang dihasilkan juga memiliki masa pakai yang relatif singkat. Pada malam hari, ada baiknya anak makan lagi sebelum tidur atau pada saat-saat senggang di waktu malam.

* Mineral zat besi banyak terdapat pada hati dan limpa sapi, sehingga ada baiknya sesekali disajikan di bulan Ramadan. Zat besi penting bagi pertumbuhan anak karena membantu proses pembentukan sel darah merah.

* Variasikan menu makanan di rumah agar anak tak kekurangan zat-zat gizi tertentu.

* Jangan berikan makanan yang merangsang seperti es dan makanan pedas pada saat sahur.

* Saat sahur, utamakan makanan sumber protein dan lemak selain karbohidrat, seperti daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Lemak dan protein ini akan menjadi cadangan energi yang lebih tahan lama ketimbang karbohidrat tak berserat. Aturlah porsinya agar anak tak sampai kekenyangan dan mengeluh tak enak. Kurangi minum teh saat sahur karena menghamabat penyerapan zat besi dan kalsium, juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga zat-zat mineral yang sebenarnya diperlukan tubuh justru dikeluarkan bersama air seni.

* Cukupi kebutuhan cairan anak. Jangan sampai anak mengalami dehidrasi saat berpuasa. Sup dan jus buah saat sahur dapat menambah asupan cairan dan mineral anak yang berpuasa. Saat berbuka dan malam hari ingatkan anak untuk memperbanyak minum.

* Makanan sahur juga sebaiknya kaya serat. Makanan tinggi serat (seperti beras merah, roti gandum, sayuran, dan buahbuahan) akan dicerna lebih lama oleh tubuh, sehingga dapat meninggalkan rasa kenyang yang lebih lama pula selain memperlancar proses buang air besar. [ Narasumber: dr. Attila Dewanti, Sp.A ]

MENGAPA PUASA MENYEHATKAN?

Puasa memberikan manfaat sehat secara menyeluruh (holistik). Dari segi fisik, puasa membuat tubuh lebih sehat. Ya, puasa membantu badan membuang sel-sel yang sudah rusak, juga zat-zat hasil metabolisme dan zat-zat dari luar tubuh yang tidak berguna. Dengan kata lain, puasa membantu proses pembuangan racun (detoksifikasi) dari dalam tubuh. Meskipun mungkin tidak dirasakan secara langsung, tubuh sebenarnya terbantu untuk menjadi lebih segar dan bugar. Memang di awal masa berpuasa, tubuh harus beradaptasi dengan perubahan pola makan, sehingga yang terasa yaitu loyo dan lemas. Namun, lamalama tubuh akan terbiasa dan manfaat berpuasa pun akan terasa. Selain itu, saluran pencernaan yang sebelumnya selalu bekerja keras dapat diistirahatkan selama waktu berpuasa. Produksi asam lambung dan enzim pun menjadi lebih teratur, karena pola makan yang juga teratur.

JAM BELAJAR PUASA

Ketimbang mengatakan, “Puasa berarti tidak makan sehari penuh,” lebih baik katakan, “Puasa hanyalah mempercepat waktu makan pagi dan menunda makan siang.” Dengan demikian, anak tidak akan merasa berat melakukannya. Selanjutnya latih kekuatan berpuasa anak secara bertahap.

* Di awal latihan, anak balita yang sarapan sekitar pukul 07.00 dapat berpuasa hingga pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Setelah makan, puasa dilanjutkan kembali hingga siang lalu dibuka untuk yang kedua kali (pada pukul 15.00, misalnya), lantas dilanjutkan lagi hingga magrib. Di tahun berikutnya, puasa dapat dilakukan hingga pukul 12.00 WIB, dan seterusnya sesuai kemampuan anak.

* Untuk anak usia sekolah yang relatif lebih kuat, perhatikan jam biologisnya. Biasanya hingga pukul 12.00, anak masih bisa bertahan namun setelah lewat tengah hari, katakanlah pukul 14.00, perutnya mulai keroncongan. Jika memang sudah tidak kuat, tawari anak untuk berbuka. Sebaliknya, kalau masih terlihat segar, ajak ia berkegiatan agar dapat mengabaikan rasa lapar dan hausnya seperti dengan membacakan cerita, menonton film favorit, dan lainnya.

* Perlu juga dipahami, di awal-awal puasa (1-3 hari pertama) adalah masa penyesuaian tubuh terhadap “kosongnya” perut. Jangan khawatir kalau anak mengurangi aktivitasnya dan lebih banyak tidur karena merasa tak bersemangat. Siasati dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang tidak menguras energi tapi mampu membuatnya merasa asyik.

* Kalau anak mesti sekolah di pagi hari, ajaklah ia tidur lebih awal sehingga tubuhnya tetap bugar meski harus bangun sahur. Siang hari, ingatkan anak untuk tidur dengan porsi biasa saja, karena kebanyakan tidur justru dapat membuatnya makin lemas dan tidak bersemangat.

* Setelah sahur, jangan biarkan anak beraktivitas berlebihan (jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau berolahraga yang menguras tenaga) karena dengan begitu ia akan cepat kehabisan energi dan akhirnya lemas dan haus. Lebih baik, ajak ia kembali tidur atau mengisinya dengan kegiatan yang tidak terlalu menghabiskan tenaga. Bermain aktif dapat dilakukan menjelang magrib dan umumnya tidak lebih dari 1 jam.

Demikian beberapa tip dan trik sehat mengajar anak berpuasa. Semoga Allah merahmati kita semua dengan anugrah anak-anak dan generasi yang saleh. amin.. [tabloid-nakita.com]

Lima Poin Pendidikan Anak dalam Islam

Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.

Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.

Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam Kitab-Nya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)

Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.

Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:

Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.

Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya.

Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.

Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.

Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:

  1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
  2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
  3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.

Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.

Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.

Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.

Bunda, jangan tinggalkan satu pun dari kelima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).

Setelah bicara metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT?

Setidak-tidaknya ada 7  bidang tarbiyah Islamiyah yaitu: (1) Pendidikan Keimanan, (2) Pendidikan Akhlaq, (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran, (4) Pendidikan Fisik, (5) Pendidikan Sosial, (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian, dan  (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan diajarkan kepada mereka.

Ke lima, seperti apakah pribadi  yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Jika semua tahapan kita laksanakan dengan maksimal, Isya Allah  9 target pendidikan Islam seperti berikut ini:

(1) Selamat aqidahnya, (2) Benar ibadahnya, (3) Kokoh akhlaqnya, (4) Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, (4) Jernih pemahamannya, (5) Kuat jasmaninya, (6) Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, (7) Teratur urusan-urusannya, (8) Dapat menjaga waktu, (9) Berguna bagi orang lain.

Insya Allah, Dia akan mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)

Catatan:

  • Lima Poin Pendidikan Anak: -1.Paradigma sukses-2.Mengenal Tahapan dan Sifat-3.Metode-4.Isi-5.Target.
  • Buku Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) diterjemahkan dengan judul “Sistem Pendidikan Islam” terbitan Al-Ma’arif Bandung, dan buku Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam) diterjemahkan dengan judul Pendidikan Anak Dalam Islam

sumber: http://www.eramuslim.com/syariah

Ciri Kepribadian yang Sehat

Hingga saat ini, para ahli tampaknya masih sangat beragam dalam memberikan rumusan tentang kepribadian. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.
Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, teori Analitik dari Carl Gustav Jung, teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, teori Medan dari Kurt Lewin, teori Psikologi Individual dari Allport, teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. Sementara itu, Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang di dalamnya mencakup :
1. Karakter; yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
2. Temperamen; yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
3. Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen
4. Stabilitas emosi; yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa
5. Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima resiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi.
6. Sosiabilitas; yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti : sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :
===================================================
Kepribadian yang sehat :
1. Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
2. Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
3. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
4. Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
5. Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
6. Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
7. Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
8. Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
9. Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
10. Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
11. Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang)
===================================================
Kepribadian yang tidak sehat :
1. Mudah marah (tersinggung)
2. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
3. Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
4. Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
5. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum
6. Kebiasaan berbohong
7. Hiperaktif
8. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
9. Senang mengkritik/ mencemooh orang lain
10. Sulit tidur
11. Kurang memiliki rasa tanggung jawab
12. Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis)
13. Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama
14. Pesimis dalam menghadapi kehidupan
15. Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan
==========================================

Terima kasih atas kunjungan dan kesediaan Anda untuk berbagi pemikiran tentang tulisan di atas. Semoga bermanfaat……

SILATURRAHIM & HALAL BI HALAL

Alhamdulillah pada hari sabtu 25 September 2010, sesuai dengan agenda SD Muh Al Bayyin, mengingat bahwa 2 tahun kedepan kebutuhan akan ruang kelas memang sangat mendesak, di lain fihak pada tahun ke 6 SD Muhammadiyah harus mempersiapakan diri mengahdapi UASBN bagi Klas 6. Untuk itulah Sekolah bersama dengan Komite SD Muh Al Bayyin sepakat mengadakan Silaturrahim Halal bi Halal dan lelang amal guna  pembangunan fisik pergedungan yang sangat dibutuhkan dan mendesak, maka pada hari Sabtu, 25 September 2010, bertempat di Kampus 2 SD Muh Albayyin dilaksnakanlah kegiatan tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut orangtua siswa klas 1 s/d 6 , komite sekolah dan dihadiri pula oleh Bp.H. Anton Suwarto dan 2 anggota DPR Kab Klaten dari Fraksi PAN Bp. H. Darmadi dan H. Nur Cholis Majid
Dalam kata Ta’arufnya Kepala Sekolah menyampaikan bahwa apabila dimungkinkan tahun 2011 kebutuhan akan gedung harus bisa selesai sehingga tahun ke 6 harus menyiapkan siswa klas 6 untuk mengikuti UASBN, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan itu pengelola sekolah terbentur akan pendanaan, maka kepala sekolah mohon yang hadir untuk dapat ikut serta dalam memcahkan masalah tersebut.

Dalam Tausiyahnya Bp. H. Anton Suwarto, mengajak pada para hadirin untuk ikut andil investasi pembangunan Gedung , bahkan Beliau menyanggupkan diri mewakafkan Rp. 500.000, dan di ikuti oleh Bp.H. Darmadi Rp.2 juta dan Bp. H. Nur Cholis Majid Rp.500,000, dan diikuti yang lainnya sehingga samapi tanggal 6 Oktober 2010 sudah terkumpul uang Rp. 14.000.000,an  dan semen 20 sak.

Untuk itulah Pengelola dan Komite masih menerima danasi dari Bp/ Ibu yg peduli terhadap pengembangan SD Muh Al Bayyin untuk berpartisipasi, dapat langsung ke Sekloah atau dapat transfer melalui rekening Bank Jateng No. 3-072-01147-2, insya Allah kami amanah…. jika tidak ada aral melintang hari senin, 11 Oktober 2010 pembangunan akan segera dimulai, yang pelaksanaannya sepenuhnya akan dilakukan Oleh Komite Sekolah, yang diketuai oleh Bp. Drs, Suyanto…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.